Impian Nabil

Oleh Aurora Citramay Amadea Putri


Pada suatu malam Nabil berkhayal tentang ia ingin melihat surga. Tiba-tiba muncul suara.

“Bil….! Kenapa kamu belum tidur?” Tanya sang mama. “Belum Ma, belum mengantuk!”

“Memangnya apa yang sedang kau lakukan disini?” gumam mamanya. “Ma apakah aku boleh bertanya?“

“Iya boleh nak apa?”

“Nabil ingin sekali bisa melihat surga Ma…..”

“Anakku sayang surga itu tempatnya sangat jauh sekali, jika kau ingin melihat surga kau harus rajin beribadah nak!”

“Benarkah Ma? jika Nabil rajin beribadah, Nabil, bisa melihat surga?” “Iya sayang, sudah ayo cepat tidur ini sudah malam!”

Segera Nabil pergi ke kamarnya. Dan bergegas untuk tidur. Ibermimpi bertemu dengan seseorang yang bersayap, berbaju putih, dan wajah bersinar. Seketika ia terbangun dari kasurnya,

“Siapa kau?” Tanya Nabil.

“Apakah kau ingin melihar surga?” gumam seseorang bersayap. “Iya, apakah kau ingin membantuku untuk melihat surga?“

“Iya aku akan membantumu, Tetapi kau harus memenuhi syaratku, apakah kau bersedia?”

Tanpa berpikir Nabil menjawab“Iya aku bersedia, apa syaratnya?”

“3 hal yang harus kau penuhi, yang pertama kau harus rajin beribadah, kedua kau harus menghormati kedua orang tuamu, dan yang terakhir yaitu yang ketiga kau harus jadi anak yang baik dan pemaaf.“

Seketika langsung menghilang, membuat Nabil langsung terbangun dari tidurnya. Dengan menunjukkan pukul 5 pagi. Nabil langsung teringat dengan perkataan seorang bersayap jika ingin melihat surga harus rajin beribadah. Begegas ia menuju kamar mandi untuk melakukan wudhu. Dan menjalankan sholat subuh, setiap saat ia tak pernah lupa dengan syarat yang dikatakan seseorang besayap. Ia selalu menjalankan hari - harinya dengan berbuat positif dan baik.

Suatu ketika ia berpamitan kepada mama dan papanya untuk pergi ke sekolah. Papa dan mamanya sangat senang kepada Nabil, karena akhir akhir ini Nabil menjadi anak yang baik dan berbakti pada kedua orang tuanya. Nabil mulai berangkat kesekolah dengan naik bus. Ia duduk di bangku paling belakang, tiba-tiba ia melihat dengan wayah yang sama pada mimpinya waktu itu,

“Sepertinya aku pernah melihat wajah itu, oh iya itu kan wajah yang sama dimimpiku waktu itu,” gumam Nabil.

Bis berhenti, penumpang semua turun dan Nabil pun ikut turun kecuali orang bersayap itu. Nabil mulai melihat lagi pada jendela tapi orang bersayap itu sudah tidak ada, Nabil pun heran tiba-tiba, “brak”……… semua orang yang berada di tempat penurunan pun terkejut, Nabil tertabrak oleh truk yang melintas di depannya.

Seseorang pun langsung menelpon ambulan untuk membawa Nabil kerumah sakit, sesampainya di rumah sakit Nabil pun dibawa keruang UGD untuk diperiksa oleh dokter, pihak rumah sakit pun langsung menelpon keluarga Nabil.

“Kringggggggg! bel telepon bordering, halo?” apakah saya dapat berbicara dengan keluarga dari ananda Nabil Ramadhani?”

“Iya ini dengan mamanya, ini siapa?” “Ini dari pihak rumah sakit medika buu!” “Iya ada apa yaa?”

“Anak ibu telah mengalami kecelakaan !” “Apa…?” suara teriakan dari mama Nabil.

Telepon pun tertutup, langsung menghubungi papanya Nabil. Sesudah itu mereka segera menuju rumah sakit medika. Sesampai mereka di sana terdengarlah kabar yang membuat mama dari Nabil tergeletak tak berdaya, papanya syok mendengar bahwa Nabil tidak bisa diselamatkan lagi. Kedua orangtuanya sangat bersedih, mereka telah mendapakan firasat bahwa Nabil ingin melihat surga pertanda ia akan pergi jauh dari mereka, anak yang mereka sayangi dan banggakan telah berpisah selama lamanya dari mereka. Mamanya teringat bahwa impian Nabil adalah melihat surga. Sekarang impiannya telah tercapai. Orangtua nya pun mengiklhaskan Nabil agar ia Husnul Khotimah.


Komentar