Musuh dalam Persahabatan
Karya A'ina Habibah. I. R.
Di sebuah sekolah terdapat dua sahabat yang saling melengkapi satu sama lain, mereka berdua berteman sejak masih duduk dibangku SD. Namanya Wulan Hariwijaya biasa dipanggil Wulan, dia adalah murid yang selalu memenangkan banyak kejuaraan dan dikagumi oleh banyak orang, guru-guru pun ikut menyukainya, namun berbeda dengan sahabatnya yang selalu menunda-nunda tugas. Namanya Ria April Lita bisa dipanggil Ria, anaknya suka jahil sama teman sekelas meskipun begitu dia baik . Mereka adalah dua sahabat yang saling menerima kekurangan dan kelebihan masing masing.
Suatu ketika seorang anak laki-laki bertanya kepada Wulan.’’Hallo, kamu anak kelas sebelah ya?”
”Iya, ada apa?” jawabnya dengan tidak melihat kearahnya.
“Sebelumnya kenalin namaku Reyhan Aprilio, aku anak kelas X MIPA 3, bukannya kamu juga ikut ekstra teater? Kalau boleh tahu, siapa namamu?” Tanya anak itu.
“Oh berari kita satu ekstra ya? kenalin namaku Wulan Hariwijaya bisa dipanggil Wulan,” dengan segera menengok kearahnya.
Mereka meneruskan perbincangan. Saat itu Ria sedang mencari Wulan dan beberapa menit kemudian ia menemukannya, terlihat sedang duduk dibawah pohon bersama anak laki-laki. Ria pun menghampiri Wulan dan bertanya.
“Lan lo darimana aja? dari tadi gua nyariin lho!” dengan sedikit kesal.
“Eh maaf Ri gue tadi ke toilet terus duduk santai disini, eh iya kenalin, ini Reyhan,
”Wulan menunjuk ke arah Reyhan. “Oh yaa, kenalin aku Reyhan Aprilio bisa dipanggil Rey,” ucapnya sambil menjabat tangan.
“Oh iya kenalin juga, aku Ria April Lita bisa dipanggil Ria’’,jawabnya dengan senyum menampilkan gigi kelinci.
“Hmm…Reyhan kalau dilihat-lihat ganteng juga ya,” ucapnya dalam hati.
Setelah itu mereka bertiga melanjutkan obrolan. Saat Reyhan pergi, dua sahabat tersebut membicarakan Reyhan. “Lan menurut lo Reyhan ganteng gak sih?” tanya gadis itu.
“Biasa saja sih menurutku, emangnya kenapa Ri?” jawab Wulan.
“Ih masak lo gak lihat sih, dia itu ganteng banget,” kata Ria.
“Terserah lo deh.” Wulan menyepelekan.
Setelah beberapa hari kemudian, Reyhan menjadi teman dekat Wulan dan Ria mereka bertiga selalu menghabiskan waktu bersama. Semakin lama Wulan dan Reyhan semakin dekat. Kedekatan mereka membuat Ria cemburu pada Wulan. Ria menemui Wulan dengan wajah marahnya.
“Kalau lo suka sama Reyhan, bilang dong dari awal!” gadis itu bertanya dengan wajah kesal.
“Apaan sih? kok lo gakjelas banget,” dengan muka menghiraukan.
“Gue suka sama Reyhan dan mulai sekarang tolong jangan deket deket sama Reyhan lagi!” jawanya dengan tegas. Ria meninggalkan Wulan dan mengacuhkannya. Ia tak menyangka bahwa Ria akan memperlakukannya seperti ini. Wulan pun mengejarnya dan berusaha untuk menjelaskan kesalah pahaman ini.
“Ri tunggu dulu, gue mau jelasin kesalah pahaman ini!’’, Wulan berlari mengejar Ria. Namun Ria tidak menghiraukan.
“Apakah aku harus menghindar dari Reyhan agar persahabatanku sama Ria bisa kembali lagi?” tanyanya dalam hati.
Keesokan harinya, saat Reyhan menghampiri Wulan, ia selalu berusaha menghindar dari Reyhan. Reyhan pun juga bingung dengan sikap Wulan yang cuek saat ini.
Reyhan pun menemui Ria dan bertanya pada Ria, ”Hei Ri! Wulan kenapa kok kaya berusaha ngehindar dari gue?”
“Gak tau tuh, gue udah gak peduli lagi sama Wulan.” Seperti menyepelekan.
Saat itu Wulan melihat Reyhan dan Ria sedang ngobrol. Wulan pun menghampirinya dan menjelaskan kesalah pahaman ini.
“Hei Ri tolong dengerin penjelasan gue ini tu cuman salah paham aja!” dengan wajah sedih.
“Apa yang harus dijelasin ke gue?” tanya gadis itu.
“Ada apa sih kalian berdua, kenapa kok begini?” tanya Reyhan dengan wajah bingung.
Ria pergi
meninggalkan mereka berdua. Lalu Wulan menceritakan semua permasalahannya,
Reyhan pun mencoba menenangkan Wulan agar tidak berfikir macam-macam. Keesokan
harinya, Reyhan mendatangi Ria dan mencoba untuk bicara. Ria mengungkapkan pada
Reyhan, kalau sebenarnya ia mencintainya, ia cemburu saat melihat Wulan dengan
Reyhan yang semakin dekat layaknya seperti orang yang sedang pacaran. Reyhan
pun terkejut dengan yang diucapkan Ria. Reyhan menjelaskan bahwa mereka hanya
sekedar teman, ia juga menjelaskan kalau tidak mempunyai perasaan apa pun
kepada Wulan. Reyhan berkata agar mereka bertiga berteman selamanya dan tidak
ada konflik apa pun. Alhasil persahabatan mereka terjalin dengan baik. Wulan
dan Ria bersahabatan lagi, Reyhan pun senang melihat mereka berdua sudah
baikan. Semenjak hari itu Wulan, Ria, dan Reyhan bersahabat kembali.
Komentar
Posting Komentar